Jateng

22 Persen Pengguna Narkoba, Pelajar Dan Mahasiswa

22 Persen Pengguna Narkoba, Pelajar Dan Mahasiswa
sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN), di Ruang Mangunkusumo Kamis (18/5).

WONOSOBO- Pemerintah, baik Pusat maupun daerah dituntut lebih serius menanggulangi peredaran gelap narkotika, obat psikotropika dan zat aditif lainnya, atau lebih sering dikenali dengan Narkoba.

Hal itu tak lepas dari terus naiknya prevalensi pengguna Narkoba, yang menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada akhir 2016 lalu telah mencapai 2,2 % dari jumlah penduduk, atau equivalen dengan lebih dari 4 Juta orang.

Kepala Bagian Kesra Sosial dan Tenaga Kerja Biro Kesra Setda Provinsi Jawa Tengah, Suharyanto mengemukakan data BNN tersebut di depan puluhan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir di Ruang Mangunkusumo, sebagai peserta sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN), Kamis (18/5).

Dihadirkannya para tokoh agama dan tokoh masyarakat, merupakan salah satu staregi pemerintah untuk lebih serius dalam mencegah beredarnya barang haram tersebut. sebab mereka figur-figur panutan yang selayaknya memahami secara komperhensif apa dan bagaimana Narkoba beserta pola peredarannya di masyarakat.

Terus meningkatnya jumlah kasus penggunaan narkoba, yang diakui Suharyanto telah menyasar berbagai lapisan masyarakat dengan rentan usia mulai dari 10 sampai 69 tahun, menuntut peran dan partisipasi aktif kalangan orang tua dan tokoh-tokoh berpengaruh.

” Berdasarkan data BNN, lebih dari 22 % pengguna Narkoba merupakan kelompok generasi produktif yaitu pelajar dan mahasiswa, sehingga berpotensi membahayakan masa depan Negara,” bebernya.

Kaur Administrasi Satresnarkoba, Aiptu Rahmat Sujaka yang dihadirkan sebagai salah satu narasumber dalam sosialisasi tersebut juga mengakui bahwa keseriusan mencegah peredaran gelap Narkoba mutlak diperlukan.

“Kerjasama semua pihak dalam mencegah peredaran Narkoba, termasuk dengan Toga dan Tomas sangat penting, karena di Wonosobo ini kami sudah menemukan 7 kasus dalam kurun waktu Januari sampai April 2017,” beber Rahmat.

Jajaran Satresnarkoba Polres Wonosobo, memerlukan keterlibatan segenap lapisan masyarakat dalam menanggulangi bahaya Narkoba, karena saat ini peredaran narkoba bahkan telah masuk ke lingkup pelajar di desa-desa.

” Munculnya Narkoba jenis baru seperti tembakau Gorila juga layak kita waspadai bersama, karena berdasar pantauan kami di lapangan, pengedarnya sudah biasa memasarkan di kawasan alun-alun Kota, terutama di malam hingga dinihari,” ungkap Rahmat.

Sedangkan Asisten Pembangunan Setda, Sumaedi menegaskan perlunya para Toga dan Tomas untuk memahami secara komprehensif beragam jenis dan bentuk Narkoba, sampai pada efek-efek yang biasa muncul pada penggunanya.

“Dengan pemahaman yang baik, para Toga maupun Tomas akan mengetahui bagaimana ciri-ciri pengguna maupun munculnya peredaran gelap Narkoba di sekitar mereka,” pungkas Sumaedi. (gus)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *