Jelang Ramadhan, Waspadai Peredaran Uang Palsu

0
59

Semarang – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Tengah mengimbau masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu jelang Ramadhan dan Lebaran.

“Sejauh ini uang palsu masih ditemukan di Jawa Tengah, meski demikian jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala BI Kantor Perwakilan Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo di Semarang, seperti diberitakan Antarajateng, Jumat.

Berdasarkan data dari BI, pada triwulan I tahun 2017, jumlah uang palsu yang ditemukan dan dilaporkan ke BI Kantor Perwakilan Wilayah se-Provinsi Jawa Tengah sebanyak 5.626 lembar.

Dia mengatakan untuk pecahan uang palsu yang paling banyak ditemukan pada tahun ini adalah pecahan Rp100.000 sebesar 59 persen atau sebanyak 3.338 lembar dan pecahan Rp50.000 sebesar 38 persen atau sebanyak 2.140 lembar dari seluruh jumlah uang palsu yang ditemukan.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.723 lembar, terjadi penurunan sebesar 25 persen di tahun ini.

“Kalau secara umum, jumlah uang palsu yang ditemukan sangat kecil prosentasenya jika dibandingkan dengan total jumlah uang yang beredar,” katanya.

Sebagai upaya untuk meminimalisasi peredaran uang palsu di wilayah Jawa Tengah, pihaknya menyatakan Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah.

“Selain itu secara terjadwal kami juga menyosialisasikan cara memperlakukan uang rupiah dengan baik,” katanya.

Dia mengatakan sosialisasi tersebut dilakukan di sejumlah titik, di antaranya di pasar, perbankan, terminal, stasiun, dan pusat keramaian lainnya.

“Termasuk juga mengadakan sosialisasi kepada kalangan akademisi, berbagai komunitas maupun langsung kepada para aparat penegak hukum,” katanya. (ant)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY