Empat Prostitusi di Pantura Ditutup Permanen, 259 PSK Dipulangkan

0
240
Empat Lokasi Prostitusi Ditutup Permanen
LEPAS PSK – Wakil Bupati Tegal melepas eks penghuni lokalisasi untuk diantar ke daerah masing-masing kemarin.
ROCHMAN GUNAWAN/RADAR SLAWI

TEGAL – Empat lokasi prostitusi di jalur pantai utara (Pantura) secara resmi ditutup Jumat (19/5), sekitar pukul 14.00. Lokasi tersebut yakni, Wandan, Gang Sempit, Turunan atau Pengasinan, dan Peleman. Dengan penutupan tersebut, sebanyak 259 pekerja seks komersial (PSK) resmi dipulangkan.

Penutupan dilakukan dengan menertibkan dan menyerahkan bantuan bagi eks penghuni lokasi prostitusi di rest area Pantura. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, serta Forum Komunikasi Kepala Daerah (Forkompinda) Kabupaten Tegal.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal Nurhayati mengatakan, penutupan empat lokasi prostitusi merupakan keputusan final. Jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokasi Wandan , Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat , sebanyak 113 PSK dengan jumlah warga terdampak mencapai 88 jiwa. Di lokasi Gang Sempit , Desa Maribaya, Kecamatan Kramat terdapat 39 PSK dengan warga terdampak sebanyak 101 jiwa. Di lokasi Turunan atau Pengasinan terdapat 54 PSK dengan warga terdampak sebanyak 45 jiwa. Kemudian di lokasi Peleman , Desa Sidoharjo, Kecamata Suradadi , terdapat 208 PSK dengan warga terdampak sebanyak 64 jiwa.

» Berdasar hasil verifikasi, penerima bantuan Kemensos RI secara keseluruhan berjumlah 259 orang . Namun yang sudah menandatangani buku rekening Bank BRI Kanca Slawi berjumlah 133 orang . T erdiri dari penghuni Peleman 38 orang, Gang Sempit 17 orang, Wandan 33 orang , dan Turunan atau Pengasinan 45 orang,» jelasnya .

Wakil Bupati Tegal Umi Azizah menutururkan , menutup empat lokasi protitusi secara permanen bukan perkara mudah. Butuh dukungan dari pemerintah pus a t, provinsi , dan daerah , serta dukungan semua pihak. Selain itu, yang menjadi perhatian bukan hanya proses penutupannya saja , melainkan harus dipikirkan sejak dini dampak pasca penutupan.

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, lanjut dia, akhirnya keempat loka si protitusi di jalur Pantura Kabupaten Tegal ditutup secara permanen . Karena itu, dia berharap agar eks penghuni loka si protitusi bisa melanjutkan aktivitas dalam kondisi yang lebih baik. Terlebih , penutupan juga dibarengi dengan pemberian pelatihan atau keterampilan agar eks penghuni lokasi prostitusi bisa memiliki kemampuan saat kembali ke tengah masyarakat. » Hari ini juga, penghuni eks penghuni lokasi protitusi kami pulangkan sampai ke tujuan masing-masing,» jelasnya.

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTS & KPO) Kementerian Sosial Republik Indonesia Sonny W . Manalu mengungkapkan , pada 2019 Indonesia diharapkan bisa bebas dari prostisusi. Di Indonesia, terdapat 168 lokasi prostitusi yang tersebar di berbagai daerah. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, 115 lokasi prostitusi berhasil ditutup dan 20 tutup dengan sendirinya.

Nah, lokasi prostitusi di Kabupaten Tegal, kata dia, merupakan lokasi ke 115 . Dimana proses penutupan nya berlangsung dengan lancar tanpa ada gesekan. Sementara tempat esek-esek terbanyak berada di Jawa Timur dengan jumlahmencapai 54 tempat.

Sementara itu, lanjut dia, untuk sekala internasional, jumlah tempat prostitusi di Indonesia merupakan yang paling banyak . Sebab, mencapai 168 tempat, dibandingkan dengan di Australia yang hanya ada 2 lokalisasi dan di Malaysia hanya ada 1 lokalisasi. Melihat kondisi tersebut, di 2018, seluruh lokalisasi di jalur Pantura Pulau Jawa akan ditutup, termasuk tempat-tempat maksiat yang berada di wilayah lain. » Ini bukan pekerjaan mudah , karena butuh persiapan agar penutupan bisa permanen dan eks penghuni serta warga terdampak dapat kembali melanjutkan hidup,» tandasnya. (gun /fat )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY