Menilik Megono Reban, Juara Festival Megono Batang 2017

0
157
Menilik Megono Reban, Juara Festival Megono Batang 2017
JUARA – PJ Bupati Batang menyerahkan piala juara 1 untuk perwakilan Kecamatan Reban yang sukses menjadi juara Festival Megono 2017
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

*Gunakan Bumbu Rahasia, Disajikan Dengan Buntil Dan Peyek

Disparpora Batang menggelar Festival Megono 2017 untuk memperingati HUT Batang ke 51, Jumat (19/5) di THR Kramat. Dalam kegiatan ini Megono yang dibuat perwakilan Kecamatan Reban terpilih sebagai megono nomor wahid. Usut punya usut, ada berbagai bumbu dan teknik rahasia dalam pembuatan megono ini. Seperti apa?

NOVIA ROCHMAWATI – THR Kramat Batang

Dilihat dari segi tampilan, Garnish (Hiasan) pada sajian Megono dari Kecamatan Reban tak seheboh peserta lainnya. Namun dari segi rasa dan tampilan megononya sendiri punya perbedaan. Potongan nangka mudanya begitu kecil sehingga terlihat lembut. Warna coklat tua nangka muda yang telah diolah dengan berbagai bumbu rahasia itu makin menggugah selera makan. Apalagi ditambah parutan kelapa muda makin membuat sedap kreasi ibu-ibu PKK Desa Polohdoro Reban itu.

Yang tak kalah menarik dan mencuri perhatian adalah makanan pendamping yang disajikan bersama megono. Yakni buntil dan peyek ikan khas reban. Buntil yang terbuat dari olahan daun talas dan kacang merah ini begitu padu saat disandingkan dengan megono dan nasi hangat. Makin mantap lagi ditambah kriuk garing dari peyek ikan wader.

Ditemui usai lomba, perwakilan tim Kecamatan Reban, Turini mau berbagi teknik rahasia dalam pembuatan megono ini. Salah satunya tip dan trik cara mengolah megono ini agar lebih lembut.

“Kami memakai bahan yang fresh ya mbak. Gori (nangka muda)nya tidak boleh yang layu. Nah biar lebih lembut direbus (dikukus) dengan air kepala muda. Kalau untuk megono bahan bakunya dua banding satu. Dua kilo nangka muda dengan satu butir kelapa yang diparut,” terangnya.

Untuk bumbu, pihaknya mengaku tidak ada bumbu rahasia. Ia hanya menggunakan bumbu turun temurun megono khas Batang. Meski begitu Turini dkk menggunakan trasi super yang makin menambah cita rasa megono.

“Kami cuma pakai trasi super aja. Tidak ada yang kami rahasiakan. Karena kami juga yakin, beda tangan juga bakal beda rasanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua tim Juri, Sami Kamtono Saleh membeberkan alasan Megono Reban berhasil menjadi juara. Selain memang rasanya sesuai dengan kekhasan megono Batang, inovasi dari Kecamatan Reban menjadi poin plus. Pasalnya mereka menyajikan megono dengan makanan khas Reban. Yakni buntil dan peyek ikan.

“Nilai plus mereka itu di inovasinya. Mereka tetap mengangkat nilai kekhasan daerah dalam sajian tadi. Apalagi Buntil dan Peyek Ikan itu cocok ketika dipadukan dengan Megono,” terang perwakilan juri dari Sedang Sari Hotel ini.

Kepala Disparpora Batang, Bambang Supriyanto berharap festival megono ini dapat menjadi momentum untuk menjaga kelestarian megono sebagai makanan khas Batang. Selain itu diharapkan muncul inovasi baru yang dapat mengangkat makan khas Batang tanpa meninggalkan kekhas dari makanan daerah.

“Kami berharap dengan ini dapat mengangkat citra makanan khas Batang, salah satunya megono. Dengan ini diharapkan pula ada inovasi makanan daerah dari Batang sehingga lebih dapat dikenal ke masyarakat luas, tanpa meninggalkan kekhasan makanan itu sendiri,” tandasnya. (ap5)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY